Senin, 19 November 2012

Salut! Sopir Taksi Singapura Kembalikan Uang Rp 8,6 M Milik Penumpang

Singapura, - Seorang sopir taksi di Singapura dielu-elukan sebagai pahlawan. Sebabnya, dia mengembalikan uang tunai milik penumpang yang ketinggalan di dalam taksinya. Tidak tanggung-tanggung, uang tunai yang dikembalikan sopir baik hati ini mencapai SGD 1,1 juta atau setara dengan Rp 8,6 miliar. Wow!

Sopir bernama Sia Ka Tian ini sangat terkejut ketika menemukan bungkusan kantong kertas warna hitam yang ternyata berisi uang tunai, pada Senin (19/11) waktu setempat. Bungkusan berisi uang tersebut ditemukan usai Sia mengantarkan sepasang turis asal Thailand ke sebuah pusat perbelanjaan setempat.

"Ketika saya melihat ada uang tertinggal, saya pikir, aduh ada masalah di sini. Saya yakin ada sedikitnya 200 ribu dolar di dalam kantong tersebut," ujar sopir taksi berusia 70 tahun ini seperti dilansir AFP, Selasa (20/11/2012).

Namun ketika membawa uang tunai tersebut ke bagian barang hilang di perusahaannya, ComfortDelGro, Sia tertegun ketika mengetahui total uang tersebut mencapai SGD 1,1 juta. Uang tersebut terdiri atas pecahan ribuan dolar Singapura.

"Uang tersebut tidak penting bagi saya. Uang itu bukan milik saya, jadi bagaimana bisa saya menggunakannya," tutur Sia yang sudah menjadi sopir taksi selama 31 tahun ini.

Pasangan turis asal Thailand yang merasa kehilangan uangnya telah melapor kepada perusahaan taksi yang sempat mereka gunakan. Sia pun menunggu kedua turis tersebut untuk menyerahkan langsung uang yang ditemukannya. Tidak dijelaskan lebih lanjut mengapa pasangan turis tersebut membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar di Singapura.

Atas tindakan mulianya ini, Sia pun menerima sejumlah imbalan dari pasangan turis yang namanya sengaja dirahasiakan. Tidak hanya itu saja, pihak perusahaan juga berencana memberi Sia sebuah penghargaan atas layanannya yang bagus.

"Menemukan uang tunai sebesar 1 juta dolar merupakan peristiwa langka dan kenyataannya, kami mempertanyakan ada berapa banyak orang yang mungkin tergiur untuk mengambil uang tersebut," tutur juru bicara perusahaan taksi ComfortDelGro, Tammy Tan.

"Kami sangat bangga terhadapnya dan kami sangat senang bahwa penumpang kami berhasil menemukan uang mereka," tandasnya.

Diketahui bahwa peristiwa seperti ini merupakan yang kedua kalinya yang dialami oleh sopir taksi yang berasal dari perusahaan ComfortDelGro. Pada tahun 2009 lalu, seorang sopir taksi ComfortDelGro mengembalikan 5 kg emas milik penumpangnya, yang bernilai SGD 377 ribu (Rp 2,9 miliar).

Rabu, 17 Oktober 2012

HARUSKAH KU BERITAKAN???

Judul yang bagus, karena belakangan ini saya selalu menulis status tentang nabi-nabi palsu, memang mungkin banyak orang berkata, "Apa urusanku ngurusin mereka, bukan itu hak mereka?" statement itu awalnya saya berpikir, " bener juga iyah, ngapain saya pusing".
Tetapi kalau tidak ada yang mengatakan atau menuliskan tentang nabi palsu, tentunya  kita dapat dikategorikan melakukan pembiaran dan akan semakin menjadi-jadi pengajaran yang salah. Saya mengkritik, memberitakan kebenaran bukan berarti saya orang bener akan tetapi saya tidak berhenti mengatakan dan memberitakan. Saya menulis beribu-ribu tentang firman Tuhan bukan berarti saya sudah mengerti, akan tetapi saya tidak akan berhenti menulis. Itulah alasannya kenapa saya sering menuliskan status tentang nabi-nabi palsu.

Dibawah ini adalah tokoh-tokoh yang menyatakan kebenaran :
 * Timotius adalah muridnya paulus yang ditugaskan untuk memberitakan tentang akhir zaman, agar pengikut kristus tidak terpengaruh dengan keadaan-keadaan yang sedang terjadi
2 Timotius 3:1-9
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.

* Titus adalah murid dari paulus yang ditugaskan untuk memberitakan syarat atau ketentuan-ketentuan tentang pemimpin-pemimpin, penatua-penatua, agar jangan sembarang memilih.
Paulus menggambarkan keadaan penduduk di Kreta demikian :" Karena sudah banyak orang hidup tak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. dengan omongan yang sia - sia mereka menyesatkan pikiran, orang - orang demikian harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak -tidak untuk mendapat untung yang memalukan, Seorang dari kalangan mereka , nabi mereka sendiri, pernah berkata : " Dasar Orang Kreta Pembohong, binatang buas, pelahap yang malas."(tit 1 :10 -12). Keadaan ini benar karena itu ada istilah "mengkretakan", yaitu ucapan populer untuk para pembohong, penipu dan pemalas ; sama seperti reputasi jemaat Korintus dalam hal percabulan menimbulkan ucapan ucapan populer "mengkorintuskan". Konon samapai akhir hayatnya, Titus Menggembalakan di pulau Kreta, Ia berdiri sebagi penatua yang cakap mengajar dan sabar dalam membimbing jiwa - jiwa yang mengasihi Kristus.
Orang yang akan dipilih sebagai penatua haruslah orang yang dinilai baik , dalam perkataan maupun perbuatan. Penatuan harus memiliki pemahaman iman yang benar agar cakap mengajar orang lain. Selain kualifikasi diri yang baik, kehidupan rumah tangga seorang penatua pun harus bisa menjadi teladan; kehidupannya dalam rumah tangga tidak berbeda dengsan di gereja. pemimpin yang demikian tidak memberi celah bagi siapaun untuk menggugat atau menjatuhkan dia. Apakah kriteria ini terlihat berat? sebenarnya yang diperlukan dari seorang penatua sangat sederhana: ia harus hidup dengan integritas.
Kepada para penatua, Tuhan memerintahkan, " gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. " (I Petr 5:2) Bila Tuhan meminta anda menjadi seorang penatua, gembalakanlah umatnya dengan nilai dan sikap yang terhormat. Tuhan menghormati penatua yang menghormati perintah-Nya.
 

*Kalau Marthin Luther tidak kritik dan tidak melakukan protes terhadap kepemimpin gereja waktu itu tentu kebenaran firman Tuhan sudah di gadaikan. Martin Luther, yang pembangkangannya terhadap Gereja Katolik Roma dan melahirkan gerakan reformasi Protestan lahir di tahun 1483 di kota Eisleben, Jerman. Dia memperoleh pendidikan perguruan tinggi yang cukup baik dan pada suatu saat pernah belajar hukum (tampaknya atas dorongan sang ayah). Tetapi, secara keseluruhan dia tidak pernah menyelesaikan pendidikan formal melainkan memilih jadi pendeta Augustinian. Di tahun 1512 dia meraih gelar Doktor dalam teologi dari Universitas Wittenberg dan segera sesudah itu terjun aktif dalam fakultas jurusannya.
Ketidakpuasan dan keluhan-keluhan Martin Luther terhadap Gereja Katolik Roma timbul setingkat demi setingkat. Di tahun 1510 dia melakukan perlawatan ke Roma. Sampai di situ dia terbengong-bengong kaget bukan kepalang menyaksikan pemborosan dan kemewahan duniawi para pendeta gereja Katolik. Tetapi, yang paling mendorongnya melancarkan protes adalah terutama segi perbuatan gereja yang berkaitan dengan masalah pengampunan dosa yang dilakukan oleh gereja. Pada tanggal 31 Oktober 1517 Martin Luther menempel poster di pintu gerbang gereja Wittenberg yang berisi "sembilan puluh lima pokok sikap" yang diantaranya melabrak kemewahan hidup gereja secara umum dan kirim tindasan "sembilan puluh lima pokok sikap"-nya itu kepada Uskup Mainz. Selain itu, dicetaknya pula dan disebar luas ke mana-mana.

Rabu, 05 September 2012

Ketika Tuhan Mengatakan Tidak

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es.
Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way." We wont know what is HIS plan, but one thing we have to believe HE always give us the best way eventhough it will hurt us.

Jumat, 27 Juli 2012

PENYAKIT DAN PENYEMBUHANNYA

By: Elson Sinurat
Kalau sakit, siapakah yang pertama sekali kita cari?
Dokter??
Dukun??
Di situasi yang penuh kebimbangan dan situasi yang sulit saat penyakit mengerogoti fisik kita, karena kekalutan dan keinginan untuk cepat sembuh kita tidak jarang mengambil jalan yang salah. Kenyataanya banyak yang pergi kedukun dengan berbagai dalil padahal pergi dukun sudah pasti dilarnag oleh Tuhan.
Ke dokter pun kita harus penuh kebijaksanaan, kita harus berdoa dan memohon kepada Tuhan dengan rendah hati agar di berikan dokter dan obat yang tepat. Sebenarnya sebelum kedokter kita sering lupa keberadaan Tuhan yang merupakan Dokter diatas segala dokter. Tuhan masih seperti dahulu mujizat dan kesembuhan ilahi masih berlaku. bedanya kalau kita ke dokter apapun saran dari dokter kita sangat memperhatikan dan mengikuti segala anjurannya, sementar kalau kita ke Tuhan seringkali kita tidak mau menuruti perintah dan anjurannya....


Penyebab Sakit. Penyebab sakit diantaranya :
  • Sakit penyakit timbul karena dosa. ( Yohanes 5:14)
  • Penyakit berasal dari iblis. ( Ayub 2:7).
  • Sakit Penyakit terjadi untuk membawa kemuliaan Tuhan. ( Yoh 9:1-3)
  • Penyakit disebabkan karena faktor genetika / keturunan. ( 1 Tim 5:23)
  • Penyakit disebabkan oleh faktor keletihan / kelelahan. ( Dan 8:7)
  • Penyakit disebabkan oleh makanan dan minuman yang tidak sehat. ( 2 Raj 4:38-40, 2:19)
  • Penyakit disebabkan oleh berita buruk yang membuat shock dan stres. ( 1 Sam 4:17-18).
  • Penyakit yang disebabkan faktor usia yang sudah lanjut. ( 1 Raj 1:1)
  • Penyakit disebabkan karena melawan hamba Tuhan. ( 1 Raj 13:4)
  • Penyakit disebabkan oleh wabah. ( Ul 7:15, 28:60)
Ajaran Firman Tuhan mengenai cara mengatasi penyakit. Mengatasi penyakit diantaranya adalah:
  • Datang kepada Tuhan dan berdoa ( 2 Raj 20:1-6)
  • Percaya dan meminta kasih karunia Tuhan. ( 2 Kor 7-9)
  • Pergi ke dokter, namun tetap berdoa dan menyerahkannya pada Tuhan. ( Lukas 5:31)
  • Mengunakan herbal. ( 2 Raj 20:7, Yer 46:11)
Cara pelaksanaan pelayanan penyembuhan menurut Kitab Suci. Kitab suci mencatat diantaranya:
  • Menjamah jubah Yesus. ( Mrk 5:25-34)
  • Memegang tangan. ( Mat 8:14-15)
  • Menjamah bagian tubuh yang sakit. (Mat 9:27-30)
  • Meludah ke bagian tubuh yang sakit. ( Mrk 8:22-26)
  • Melalui kata-kata. ( Mat 8:8,13; 1 Ptr 2:24; Mrk 2:11)
  • Memakai ludah dan tanah. ( Yoh 9:6)
  • Memakai minyak. ( Mrk 6:13; Yak 5:14)
  • Memakai saputangan atau kain. ( Kis 19:11-12)
  • Melalui bayang-bayang ( Kis 5:15-16)
Kesimpulan.
Cara pelaksanaan pelayanan penyembuhan yang bermacam-macam bahwa pelayanan tidak dibatasi hanya memakai satu metode atau satu pola saja. Dengan beragamnya pola maka kita tidak bergantung pada satu objek saja. Pelayanan kesembuhan harus sepenuhnya bergantung pada Tuhan dan dibimbing kepada Tuhan.

Senin, 23 Juli 2012

FITNAH VS KEBENARAN


By : Elson Sinurat
“Suatu ketika saya ketemu dengan seorang teman, dia menanyakan dimana saya kerja dan saya beritahukan bahwa saya kerja di Lautandhana. Saya terkejut pada saat dia mengatakan bahwa dia mendengar perkataan orang yang mengatakan bahwa di tempat saya bekerja ada nasabah yang hasil penjualan sahamnya di masukin ke rekening karyawan ditempat saya bekerja. Sepanjang sepengetahuan saya peraturan pasar modal sudah sangat ketat jangankan mengambil uang nasabah, mempermainkan saham nasabahpun tidak ada ruang lagi.”
            Dari kejadian diatas saya mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berarti, daripada menyelidiki siapa yang menyebarkan fitnah tersebut, lebih baik saya belajar tentang kebenaran mengenai FITNAH. Mungkin saja Tuhan mau membukakan rahasia kebenaran-Nya dari kejadian diatas sehingga kita perlu bersyukur dalam segala hal.
            Fitnah adalah mengatakan sesuatu kejadian yang tidak benar dengan kenyataannya, ada pepatah mengatakan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Saya belum menemukan alasan atau studi ilmu yang mengatakan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, tetapi yang jelas fitnah dan pembunuhan sama-sama dibenci oleh Tuhan.
            Ada beberapa tingkatan fitnah yang seringkali terjadi di kehidupan kita antara lain:
1.      Orang yang mendengar perkataan dari orang lain dan menyampaikan pernyataan yang tidak benar itu kepada orang lain
2.      Orang yang melihat kenyataan secara langsung akan tetapi memberitakan kepada orang lain yang tidak sesuai dengan kenyataannya
Dari dua tingkatan fitnah diatas lebih parah lagi apabila didalamnya ada maksud jahat/niat untuk mengambil keuntungan pribadi dari fitnah tersebut. Hal ini sungguh menyedihkan didalam kehidupan dewasa ini oleh karena itu kita harus mengetahui kebenaran bahwa fitnah itu tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Dibawah kita boleh belajar sebenarnya bagaimana firman Tuhan memandang tentang fitnah tersebut, saya bersyukur karena untuk mencari kebenaran dan solusi tentunya kita peroleh dari kitab suci yang kita miliki.

Fitnah [pedoman]
 Sesuatu yang dibenci Tuhan. Ams 6:16,19
 Dilarang. Kel 23:1; Ef 4:31; Yak 4:11

 Yang termasuk Fitnah :
 Bisik-bisikan. Rom 1:29; 2Kor 12:20
 Curiga. 1Tim 6:4
 Mencampuri urusan orang lain. Im 19:16; 1Tim 5:13
 Mengatakan yang jahat. Mazm 41:6; 109:20
 Mengadukan. Yer 20:10; 1Kor 4:13
 Mengucapkan kesaksian dusta. Kel 20:16; Ul 5:20; Luk 3:14
 Menghakimi dengan tidak mengasihi. Yak 4:11,12
 Menyebarkan kabar bohong. Kel 23:1
 Membangkit-bangkitkan perkara. Ams 17:9
 Menipu. Mazm 52:4
 Keluar dari hati yang jahat. Mat 15:19; Luk 6:45
 Sering kali keluar karena kebencian. Mazm 41:7,8; 109:3
 Kemalasan akan menyebabkan fitnah 1Tim 5:13
 Orang yang jahat akan selalu berbuat fitnah Mazm 50:20; Yer 6:28; 9:4
 Orang munafik selalu berbuat Ams 11:9
 Suatu sifat Iblis. Wahy 12:10
 Orang fasik mencintai fitnah Mazm 52:6
 Siapa yang suka - adalah orang bebal. Ams 10:18
 Orang yang suka - tidak dapat dipercaya. Yer 9:4
 Perempuan-perempuan diperingatkan terhadap fitnha Tit 2:3
 Isteri hamba Tuhan harus dapat menahan diri dari fitnah1Tim 3:11
 Kristus terkena fitnah Mazm 35:11; Mat 26:60
 Pemerintah terkena fitnah 2Pet 2:10; Yud 1:8
 Hamba-hamba Tuhan terkena fitnah Rom 3:8; 1Kor 6:8
 Sanak keluarga terkena fitnah Mazm 50:20
 Orang-orang kudus terkena fitnah Mazm 38:13; 109:3; 1Pet 4:4

Orang-orang kudus:
Harus menjaga lidahnya dari fitnah Mazm 34:14; 1Pet 3:10
Harus membuang fitnah Ef 4:31; 1Pet 2:1
Harus mengingatkan terhadap fitnah Tit 3:1,2
Harus tidak menyebabkan fitnah 1Pet 2:12; 3:16
Harus membalas - dengan perkataan yang ramah. 1Kor 4:13
Diberkati kalau tahan menderita fitnah Mat 5:11
Bersifat menghindari fitnah Mazm 15:1,3
Hendaknya jangan didengar. 1Sam 24:10

Akibat-akibat fitnah :
 Menceraikan sahabat. Ams 16:28; 17:9
 Pertengkaran. Ams 26:20
 Pertengkaran di antara saudara. Ams 6:19
 Pembunuhan. Mazm 31:14; Yeh 22:9
 Lidah - merupakan satu cemeti. Ayub 5:21
 Membinasakan. Ams 11:9
 Akhir - adalah kebebalan yang mencelakakan. Pengkh 10:13
 Manusia harus bertanggung jawab terhadap - yang dilakukannya. Mat 12:36; Yak 1:26
 Hukuman fitnah Ul 19:16-21; Mazm 101:5
 Dilukiskan. Ams 12:18; 25:18

Contoh-contoh fitnah :
Anak-anak Laban. Kej 31:1
Dua orang dursila. 1Raj 21:13
Gasymu. Neh 6:6
Haman. Est 3:8
Imam-imam. Mr 15:3
Musuh-musuh Daud. Mazm 31:14
Musuh-musuh orang Yahudi. Ezr 4:7-16
Musuh-musuh Paulus. Kis 17:7
Musuh-musuh Stefanus. Kis 6:11
Musuh Yeremia. Yer 38:4
Orang Yahudi. Mat 11:18,19
Pemuka-pemuka bani Amon. 2Sam 10:3
Saksi-saksi yang melawan Kristus. Mat 26:59-61
Tertulus. Kis 24:2,5
Ziba. 2Sam 16:3




Selasa, 17 Juli 2012

RancanganKu bukan rancanganmu, jalanmu bukan jalanKu

Maze adalah sebuah permainan dimana kita harus mencari jalan keluar dan jangan sampai terjebak di dalamnya. Maze memiliki banyak pintu dan banyak ruang pula. Setiap ruang terkoneksi oleh pintu-pintu tsb. Ada kalanya ketika kita mulai menyusuri ruang2 tsb, kita bisa kembali ke ruang dimana tadi kita memulai. Ada kalanya kita bertemu jalan buntu, sehingga mau tidak mau kita harus mundur ke belakang. Pandangan kita terhalang oleh dinding2 dan kita tidak tahu apa yang sedang menunggu kita di balik pintu.

Hidup kita seperti halnya permainan tsb. Kita masuk ke setiap keadaan dimana terdapat banyak pilihan. Terkadang pilihan kita tepat, tapi tak jarang pula kita membuat pilihan yang salah. Kadang kita maju selangkah, tapi ada saatnya pula kita mundur dua langkah. Terkadang kita seperti terjebak dalam sebuah keadaan yang sepertinya diam di tempat dan itu membuat kita frustasi. Semuanya serba tidak jelas dan tidak pasti.

Kembali kepada permainan maze di atas. Kita sering menemukan permainan ini dalam majalah2 atau tabloid2. Kita sanggup menyelesaikan permainan itu dengan gampang. Kenapa? Karena kita melihat dari sisi atas. Kita melihat permainan itu secara keseluruhan. Setelah melewati pintu yang ini, kita tahu harus memilih pintu yang mana lagi. Kita tahu isi setiap ruangan. Kita tahu jalannya dari pintu masuk sampai pada pintu keluar.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9)

Tuhan melihat jalan kita dari atas. Dia melihat dengan sangat jelas sekali. Dia yang lebih tau jalan mana yang harus kita tempuh. Dia menjamin kepastian dalam hidup kita. Bahkan sebelum kita masuk ke ruangan yang pertama, Dia sudah menguasai medan kehidupan kita terlebih dahulu. Dan sesungguhnya Dia ingin kita mendengarkanNya, mengikuti rencanaNya, berjalan di atas kehendakNya. Semua itu agar kita dapat sampai pada pintu keluar dengan kemenangan. Agar kita tidak kalah dengan waktu yang terbatas yang kita punyai untuk menyelesaikan perjalanan tsb.

Bangsa Israel adalah contoh nyata dari pembangkangan atas pimpinan Tuhan. Karena tidak mau menurut pada jalan dan rencana Tuhan, perjalanan mereka dari Mesir ke tanah Kanaan pun harus ditempuh selama 40 tahun. Padahal sebenarnya perjalanan tsb bisa ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat.

Jadi jikalau kita tahu ada yang lebih tahu daripada pengetahuan kita yang dangkal itu, marilah kita menurut pada Sang Maha Tahu itu dan berjalan dalam rancanganNya, agar tanah perjanjian yang telah dijanjikan itu dapat segera kita masuki.

Minggu, 01 Juli 2012

SOLA SCRIPTURA Seorang tokoh reformator gereja abad ke-16, Martin Luther, membuat sebuah gebrakan yang menggemparkan dunia Katolik Roma. Tanggal 31 Oktober 1517, ia menempelkan 95 thesisnya di pintu gereja Wittenberg, Jerman.

Tindakan Luther ini dilatarbelakangi karena adanya surat Indulgensia pada masa kekuasaan Paus Leo X dalam rangka pembangunan gedung Rasul Petrus di Roma dan pelunasan hutang Uskup Agung Albrech dari Mainz. Dengan membeli surat penghapusan dosa itu (surat indulgensia), maka dosa manusia dihapuskan. Dikatakan bahwa saat uang berdering di peti, jiwa akan melompat dari api penyucian ke surga.

Thesis Luther yang ke-27
“They preach only human doctrines who say that as soon as the money clinks into the money chest, the soul flies out of purgatory.”

Bagi Luther, ini adalah suatu penyimpangan dari Kitab Suci / firman Tuhan. Karena itu, ia menentang keras penggunaan surat tersebut. Dia mengatakan bahwa orang yang percaya pada surat pengampunan dosa untuk keselamatannya, justru akan dihukum secara kekal!  


Thesis yang ke-32
“Those who believe that they can be certain of their salvation because they have indulgence letters will be eternally damned, together with their teachers.”

Tanggal dimana Luther memaku 95 dalilnya, kemudian terus diperingati sebagai Hari Reformasi. Salah satu semboyan dari Reformasi ialah Sola Scriptura, yang berarti
hanya Kitab Suci. Martin Luther begitu sangat menekankan Kitab Suci sebagai satu-satunya dasar ajaran / iman, sekalipun dia harus diperhadapkan dengan otoritas Paus yang mengutuknya. Luther bahkan membakar surat resmi berupa anjuran Paus agar dia mencabut semua pandangannya itu!

Seberapa pentingkah Kitab Suci / Alkitab bagi kekristenan? Mengapa orang Kristen seharusnya berpegang / mendasari imannya hanya pada Alkitab saja? Bisakah orang Kristen menggunakan kitab-kitab agama lain untuk menunjukkan kebenaran Alkitab?

KEHARUSAN ALKITAB

2 Timotius 3:16
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Ada dua hal yang ditekankan dalam ayat ini.


1) Alkitab adalah firman Allah


2Tim 3:16 terjemahan baru LAI berbunyi:
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah...” Ini sebetulnya salah terjemahan karena dalam bahasa aslinya (Yunani), kata ‘yang’ itu tidak ada! (C. Ryrie, Teologi dasar 1, hal. 97).

Bandingkan dengan versi NASB.


NASB: ‘All Scripture is inspired by God’ (= seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah).


Paulus menegaskan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah!

Tulisan-tulisan mana yang dimaksudkan Paulus? Seluruh Alkitab! Mungkin ada yang berkeberatan dan memprotes bahwa Paulus tidak memaksudkan pada seluruh kitab dalam PB, tetapi hanya kitab-kitab PL dan sebagian PB. Keberatan ini memang masuk akal, karena bukankah saat Paulus menulis 2 Timotius, belum semua kitab-kitab PB (seperti Ibrani, Yudas, dsb) itu ditulis? Ryrie menjawab: “Meskipun benar bahwa belum semua dari PB dituliskan ketika Paulus menulis 2 Tim. 3:16 (yaitu 2 Petrus, Ibrani dan Yudas serta tulisan Yohanes belum ditulis), namun karena kitab-kitab itu akhirnya diakui sebagai bagian dari kanon Alkitab, kita boleh menyimpulkan bahwa 2 Tim. 3:16 meliputi semua ke 66 kitab sebagaimana kita mengenalnya sekarang. Tidak satu kitab pun atau sebagiannya yang dikecualikan. Segenap Alkitab diilhamkan Allah.” (Teologi dasar 1, hal. 97).

Disamping itu, kata ‘tulisan’ / ‘Kitab Suci’ (Yunani = graphe) dalam ayat tersebut, digunakan sebanyak 50 kali dalam sepanjang PB, dan selalu menunjuk pada tulisan-tulisan dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
“Dengan tidak menyertakan artikel, kata γραφή  (grafe) selalu digunakan untuk bagian atau kitab dari Alkitab. Dengan demikian menjadi jelas bahwa tidak satupun bagian atau kitab dalam Perjanjian Lama dan Baru yang tidak diilhamkan Allah.” (Dr. Arnold Tindas, Inerrancy Ketaksalahan Alkitab, HITS. hal 184).

Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan / diinspirasikan oleh Allah. Apa maksudnya?


Ungkapan ‘diilhamkan’ berasal dari kata Yunani THEOPNEUSTOS,
“yang secara harafiah berarti ‘dinafaskan Allah’… Paulus menggunakan istilah ‘dinafaskan Allah’ untuk menyatakan bahwa setiap bagian atau kitab dari Alkitab adalah produksi Allah. Pengilhaman yang dimaksudkan di sini adalah pengilhaman kata demi kata secara menyeluruh (plenary verbal inspiration), sebab setiap bagian atau Alkitab secara keseluruhan adalah ‘dinafaskan Allah.’” (Tindas, Inerrancy Ketaksalahan Alkitab, HITS. hal 186,187).

B B. Warfield memberi definisinya:


“... inspirasi biasanya didefinisikan sebagai suatu pengaruh supranatural dari Roh Allah yang menggerakkan para penulis kitab Suci, sehingga tulisan mereka dinyatakan memiliki kepatutan dipercaya yang bersifat ilahi.”
(The Inspiration and Authority of the Bible, hal. 131).

Bandingkan dengan 2 Ptr. 1:21
“sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

Jadi, ‘Inspirasi’ berbicara tentang tindakan Allah yang menguasai / memimpin para penulis Alkitab sedemikian rupa sehingga meskipun ditulis oleh para penulis manusiawi (sesuai dengan gaya / kepribadiannya), namun itu dicatat dengan akurat dan tanpa salah pada naskah aslinya (autograph). Karena setiap bagian dari Alkitab adalah produksi Allah, ini jelas menunjukkan bahwa Alkitab adalah firman Allah!


2)  Akitab adalah Kitab Suci yang bermanfaat.


Ini adalah tujuan dari inspirasi / pengilhaman oleh Allah. Alkitab yang adalah firman Allah, tentu dapat memberi manfaat bagi manusia. Ada empat hal yang ditekankan disini:


Mengajar.
Alkitab memuat begitu banyak ajaran-ajaran / doktrin Kristen. Seperti ajaran tentang keilahian Yesus, Allah Tritunggal, keselamatan, kekudusan, dsb. Dengan mempelajarinya, kita dapat memahami setiap ajarannya. Alkitab adalah satu-satunya sumber pengajaran yang benar.

Menyatakan kesalahan.
Konteks menunjukkan bahwa Alkitab bukan hanya dapat menyatakan / membuktikan setiap dosa manusia, tetapi juga menyatakan kesalahan pandangan / pengajaran. Dulu saya pernah punya pandangan bahwa saat Yesus bangkit dan naik ke surga, saat itu kemanusiaannya sudah tidak ada lagi. Dia kembali menjadi Allah 100% tanpa kemanusiaan. Saat mempelajari Alkitab, kesalahan saya kemudian dinyatakan.

Memperbaiki kelakuan.
Hidup kita akan semakin bertumbuh / meningkat dalam kebenaran.

Mendidik orang dalam kebenaran.
Setelah kesalahan dinyatakan dan diperbaiki, selanjutnya Alkitab berguna untuk membina / melatih manusia di jalan kebenaran.

Semua ini adalah manfaat yang dapat ditemukan dalam Alkitab. Setelah menyatakan keempat hal ini, Paulus kemudian meneruskan:
“Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timothy 3:17) 

Yesus sendiri mendeklarasikan bahwa hanya wahyu Allah yang adalah kebenaran. Saat Dia berdoa untuk para murid-Nya, Dia berkata:
“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Yoh 17:17 (Bdk. Mzm 119:142).

Tindas menyimpulkan sebagai berikut:
“Dari segi status, Alkitab itu mempunyai otoritas penting dan tertinggi karena produksi Allah. Sedangkan dari segi makna, Alkitab itu menjadi tolok ukur kebenaran yang tak ada bandingannya.” (Inerrancy Ketaksalahan Alkitab, HITS. hal 191).

Dua point yang ditekankan dalam 2 Tim 3:16 menunjukkan bahwa hanya Alkitab yang adalah Firman Tuhan dan menjadi standar kebenaran yang mutlak! Dengan demikian, orang Kristen seharusnya hanya menggunakan Alkitab saja, baik dalam proses belajar-mengajar, maupun dalam menjalani kehidupan.

 

 

Kamis, 21 Juni 2012

KEBEBASAN YANG MEMBELENGGU

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Proses mengalihkan diri dari hamba kuasa kegelapan menjadi hamba Tuhan bukan sesuatu yang mudah. Orang yang menganggapnya mudah pasti tidak memahami fenomena ini, sebab ia tidak pernah mengalami dan tidak pernah bergumul untuk keluar dari cengkeraman kuasa kegelapan ke dalam cengkeraman kendali kuasa Roh Kudus.
Selama ini dikesankan oleh banyak pengkhotbah, bahwa setelah Tuhan Yesus membebaskan kita dari cengkeraman Iblis, berarti semua sudah selesai. Sekarang kita sudah bebas, semua beban kehidupan sudah terlepas. Tidak perlu bersusah-susah lagi, mari kita rayakan dengan puji-pujian saja. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Setelah Tuhan  membebaskan kita, kita masuk dalam pergumulan baru, yaitu pergumulan untuk masuk dalam cengkeraman, belenggu dan penjara Tuhan.
Ini adalah pergumulan hidup wajar atau normal yang harus dialami setiap orang percaya – normal tetapi sukar. Bila seseorang keluar dari dari cengkeraman kuasa kegelapan, maka ia harus masuk ke dalam cengkeraman kuasa Tuhan; kalau seseorang keluar dari belenggu Iblis, maka ia harus masuk ke dalam cengkeraman Tuhan. Ini bukan sesuatu yang sederhana dan mudah, sebab orang yang sudah terbiasa hidup dalam cengkeraman, belenggu dan penjara setan, maka sulit sekali untuk masuk dalam cengkeraman, belenggu dan penjara Tuhan.
Ilustrasinya, bagi seorang remaja atau pemuda yang biasa hidup bebas di luar rumah dan tidak dikontrol oleh orang tua, betapa sulitnya menjadi anak manis yang betah tinggal di rumah. Kebebasan melakukan apa saja, suka-suka sendiri merupakan belenggu yang membuat seseorang tidak bisa dikendalikan atau diatur lagi oleh orang lain. Jadi hidup di dalam kebebasan yang salah yang dimiliki seseorang bisa merupakan belenggu. Orang yang terlalu lama hidup di luar kehendak Tuhan dan hidup suka-suka sendiri akan sulit untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.
Setelah Tuhan Yesus menebus dan memerdekakan kita, kita harus mengisi kemerdekaan itu untuk membiasakan diri hidup dalam belenggu Tuhan. Hidup dalam belenggu Tuhan artinya hidup dalam kendali atau penguasaanNya. Inilah yang dimaksud dengan tawanan Roh (kisah 20:22). Menjadi tawanan Roh seperti Paulus adalah ciri dari kehidupan orang percaya yang benar-benar bebas dari penjara iblis. Selama seseorang belum menjadi tawanan Tuhan, masih akan sangat gampang masuk dalam penjara setan. Oleh sebab itu pengiringan kepada Tuhan adalah usaha untuk menjadi terbiasa hidup dalam cengkeraman, belenggu dan penjara Tuhan.

Senin, 18 Juni 2012

FUNGSI HATI

Hati adalah organ tunggal dalam tubuh yang paling besar dan kompleks. Dengan bobot sekitar 2 kg, hati mempunyai tugas penting yang rumit demi kelangsungan seluruh fungsi kesehatan tubuh. Fungsi ini dikelompokkan menjadi 3 kategori :
1. Regulasi
Hati berfungsi mengatur komposisi darah terutama jumlah gula, protein dan lemak yang masuk dalam peredaran darah. Hati juga menyingkirkan bilirubin dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui feses.
2. Metabolisme
Hampir semua zat makanan yang diserap melalui usus diproses dalam hati. Selain itu, untuk mengubah zat makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat gizi lain, seperti vitamin A. Di dalam hati juga dihasilkan kolesterol, zat pembeku darah, serta protein khusus dan empedu.
3. Detoksifikasi
Organ hatilah yang mendetoksifikasi darah. Hati memisahkan obat-obatan dan bahan kimia atau metabolit yang berpotensi merusak dari aliran darah, lalu mengubahnya, sehingga dapat dikeluarkan ke empedu dan akhirnya lewat feses.
Itulah "Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia", sedangkan untuk wanita, hati sebagai alat utama untuk menentukan hal tertentu yang bersifat pribadi.


Artikel Penuntun - HATI

Nas : Ams 4:23
Ayat: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
DEFINISI HATI.
Dewasa ini orang pada umumnya beranggapan bahwa kepala dengan otak menjadi pusat dan pengatur kegiatan manusia. Tetapi, Alkitab menyatakan bahwa hatilah pusat itu; "dari situlah (hati) terpancar kehidupan" (Ams 4:23; bd. Luk 6:45). Secara alkitabiah, hati dapat dilihat sebagai berisi seluruh pikiran, perasaan, dan kehendak seseorang
(lihat cat. --> Mr 7:20-23).
[atau --> Mr 7:20-23]
  1.  Hati adalah pusat intelek. Orang sadar (insaf) akan sesuatu di dalam hati mereka (Ul 8:5), berdoa dalam hati (1Sam 1:12-13), merenungkan dalam hati (Mazm 19:14), menyimpan firman Allah di dalam hati (Mazm 119:11), merencanakan sesuatu di dalam hati (Mazm 140:3), menyimpan kata-kata dalam hati (Ams 4:21), berpikir dalam hati (Mr 2:8), ragu dalam hati (Mr 11:23), merenungkan dalam hati (Luk 2:19), percaya dalam hati (Rom 10:9), dan menyanyi dalam hati (Ef 5:19). Semua kegiatan hati ini terutama adalah hal-hal yang menyangkut pikiran.
  2.  Hati adalah pusat perasaan. Alkitab berbicara tentang hati yang gembira (Kel 4:14), hati yang mengasihi (Ul 6:5), hati yang takut (Yos 5:1), hati yang berani (Mazm 27:14), hati yang bertobat (Mazm 51:19), hati yang khawatir (Ams 12:25), hati yang marah (Ams 19:3), hati yang hidup kembali (Yes 57:15), hati yang menderita (Yer 4:19; Rom 9:2), hati yang senang (Yer 15:16), hati yang berduka (Rat 2:18), hati yang rendah (Mat 11:29), hati yang berkobar-kobar atau bersemangat (Luk 24:32), dan hati yang susah (Yoh 14:1). Semua kegiatan hati ini terutama bersifat emosional.
  3.  Akhirnya, hati adalah pusat kehendak manusia. Kita membaca dalam Alkitab mengenai hati yang keras yang menolak untuk melakukan perintah Allah (Kel 4:21), hati yang tunduk kepada Allah (Yos 24:23), hati yang berniat melakukan sesuatu (2Taw 6:7), hati yang dengan setia mencari Tuhan (1Taw 22:19), hati yang mengambil keputusan (2Taw 6:7), hati yang rindu menerima dari Tuhan (Mazm 21:2-3), hati yang terarah kepada hukum-hukum Allah (Mazm 119:36), dan hati yang ingin melakukan sesuatu (Rom 10:1). Semua kegiatan ini terjadi di dalam kehendak manusia.
SIFAT HATI YANG TERPISAH DARI ALLAH.
Ketika Adam dan Hawa memilih untuk menuruti godaan Iblis dan makan dari pohon pengetahuan baik dan buruk, keputusan mereka itu secara drastis mempengaruhi hati manusia -- hati itu dipenuhi kejahatan. Oleh karena itu, sekarang, menurut kesaksian Yeremia, "Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu (versi Inggris NIV -- tidak dapat disembuhkan lagi), siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yer 17:9). Yesus menguatkan pengamatan Yeremia ketika Ia mengatakan bahwa yang menjadikan seorang najis di hadapan Allah bukanlah kelalaiannya dalam mematuhi hukum seremonial tertentu, melainkan kesediaan untuk mendengarkan kecenderungan-kecenderungan fasik yang tertanam di dalam hati seperti "segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan dan kebebalan" (Mr 7:21-22). Yesus mengajarkan betapa hebatnya dosa di dalam hati ketika Ia mengatakan bahwa dosa marah itu sama dengan pembunuhan (Mat 5:21-22) dan dosa nafsu itu sama berdosanya dengan perzinaan lahiriah (Mat 5:27-28;
lihat cat. --> Kel 20:14;
lihat cat. --> Mat 5:28).
[atau --> Kel 20:14; Mat 5:28]
Hati yang menyerahkan diri untuk melakukan kejahatan menghadapi risiko akan menjadi keras. Orang yang terus-menerus menolak untuk mendengarkan Firman Allah dan menaati yang diperintahkan-Nya, dan sebagai gantinya menuruti keinginan-keinginan jahat hati mereka, akan menemukan bahwa Allah akhirnya akan mengeraskan hati mereka sehingga mereka kehilangan segala kepekaan kepada Firman-Nya dan keinginan Roh Kudus
(lihat cat. --> Kel 7:3;
lihat cat. --> Ibr 3:8).
[atau --> Kel 7:3; Ibr 3:8]
Contoh utama tentang hal ini dalam Alkitab ialah hati Firaun pada masa keluaran (lih. Kel 7:3,13,22-23; 9:12; 10:1; 11:10; 14:17; 18:5,27;*). Paulus melihat prinsip umum yang sama berlaku di kerajaan Roma (bd. Rom 1:24,26,28) dan menubuatkan bahwa hal itu juga akan terjadi pada masa antikristus (2Tes 2:11-12). Penulis surat Ibrani mengisi suratnya dengan berbagai peringatan kepada orang percaya agar jangan mengeraskan hati mereka (mis. Ibr 3:8-12;
untuk suatu pembahasan tentang langkah-langkah yang menuju kekerasan hati). Setiap orang yang terus menolak firman Allah akhirnya akan memiliki hati yang keras.
HATI YANG DIBAHARUI.
Jawaban Allah terhadap dosa di dalam hati manusia ialah pembaharuan yang dialami oleh semua orang yang bertobat dari dosa mereka, berbalik kepada Allah, dan secara pribadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
  1. Pembaharuan merupakan masalah hati. Mereka yang dengan sepenuh hati bertobat dari segala dosa dan mengakui dalam hati bahwa Yesus itu Tuhan (Rom 10:9) dilahirkan baru dan menerima hati yang baru dari Allah (bd. Mazm 51:12; Yeh 11:19).
  2. Di dalam hati orang yang mengalami kelahiran rohani, Allah menciptakan keinginan untuk mengasihi dan menaati diri-Nya
    (lih. art.PEMBAHARUAN).
    Berkali-kali Allah menekankan kepada umat-Nya pentingnya kasih yang timbul dari hati
    (lihat cat. --> Ul 4:29;
    lihat cat. --> Ul 6:6).
    [atau --> Ul 4:29; 6:6]
    Kasih dan pengabdian semacam itu kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari ketaatan kepada hukum-Nya (bd. Mazm 119:34,69,112); Yesus mengajarkan bahwa kasih kepada Allah dengan segenap hati dan kasih kepada sesama merangkum seluruh hukum Allah (Mat 22:37-40).
  3. Kasih yang terbit dari hati adalah unsur penting dalam ketaatan. Terlalu sering umat Allah berusaha untuk mengganti kasih sejati dari hati (lih. Yes 1:10-17; Am 5:21-26; Mi 6:6-8;
    lihat cat. --> Ul 10:12)
    [atau --> Ul 10:12]
    dengan ketaatan kepada upacara agama yang lahiriah (seperti hari raya, persembahan, dan korban). Ketaatan lahir tanpa ada keinginan dalam hati untuk melayani Allah adalah kemunafikan dan sangat dikecam oleh Tuhan kita (lih. Mat 23:13-28;
    lihat cat. --> Luk 21:1-4).
    [atau --> Luk 21:1-4]
  4. Banyak kegiatan rohani lainnya terjadi di dalam hati orang percaya yang dibaharui. Mereka memuji Tuhan dengan segenap hati (Mazm 9:2), merenung di dalam hati (Mazm 19:14), berseru kepada Allah dari dalam hati (Mazm 84:3), mencari Allah dengan segenap hati (Mazm 119:2,10), menyimpan firman Allah di dalam hati (Mazm 119:11;
    lihat cat. --> Ul 6:6),
    [atau --> Ul 6:6]
    mengandalkan Tuhan dengan segenap hati (Ams 3:5), mengalami kasih Allah yang dicurahkan ke dalam hati mereka (Rom 5:5), dan menyanyi kepada Allah dalam hati mereka (Ef 5:19; Kol 3:16).

Senin, 11 Juni 2012

HAKIM YANG ADIL DAN PUNYA KASIH

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

"Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.

Semoga di indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia sepertii ini.

TUHAN KITA JUGA ADALAH ALLAH YANG ADIL DAN PENUH KASIH
TUHAN MEBERKATI