Jumat, 27 Juli 2012

PENYAKIT DAN PENYEMBUHANNYA

By: Elson Sinurat
Kalau sakit, siapakah yang pertama sekali kita cari?
Dokter??
Dukun??
Di situasi yang penuh kebimbangan dan situasi yang sulit saat penyakit mengerogoti fisik kita, karena kekalutan dan keinginan untuk cepat sembuh kita tidak jarang mengambil jalan yang salah. Kenyataanya banyak yang pergi kedukun dengan berbagai dalil padahal pergi dukun sudah pasti dilarnag oleh Tuhan.
Ke dokter pun kita harus penuh kebijaksanaan, kita harus berdoa dan memohon kepada Tuhan dengan rendah hati agar di berikan dokter dan obat yang tepat. Sebenarnya sebelum kedokter kita sering lupa keberadaan Tuhan yang merupakan Dokter diatas segala dokter. Tuhan masih seperti dahulu mujizat dan kesembuhan ilahi masih berlaku. bedanya kalau kita ke dokter apapun saran dari dokter kita sangat memperhatikan dan mengikuti segala anjurannya, sementar kalau kita ke Tuhan seringkali kita tidak mau menuruti perintah dan anjurannya....


Penyebab Sakit. Penyebab sakit diantaranya :
  • Sakit penyakit timbul karena dosa. ( Yohanes 5:14)
  • Penyakit berasal dari iblis. ( Ayub 2:7).
  • Sakit Penyakit terjadi untuk membawa kemuliaan Tuhan. ( Yoh 9:1-3)
  • Penyakit disebabkan karena faktor genetika / keturunan. ( 1 Tim 5:23)
  • Penyakit disebabkan oleh faktor keletihan / kelelahan. ( Dan 8:7)
  • Penyakit disebabkan oleh makanan dan minuman yang tidak sehat. ( 2 Raj 4:38-40, 2:19)
  • Penyakit disebabkan oleh berita buruk yang membuat shock dan stres. ( 1 Sam 4:17-18).
  • Penyakit yang disebabkan faktor usia yang sudah lanjut. ( 1 Raj 1:1)
  • Penyakit disebabkan karena melawan hamba Tuhan. ( 1 Raj 13:4)
  • Penyakit disebabkan oleh wabah. ( Ul 7:15, 28:60)
Ajaran Firman Tuhan mengenai cara mengatasi penyakit. Mengatasi penyakit diantaranya adalah:
  • Datang kepada Tuhan dan berdoa ( 2 Raj 20:1-6)
  • Percaya dan meminta kasih karunia Tuhan. ( 2 Kor 7-9)
  • Pergi ke dokter, namun tetap berdoa dan menyerahkannya pada Tuhan. ( Lukas 5:31)
  • Mengunakan herbal. ( 2 Raj 20:7, Yer 46:11)
Cara pelaksanaan pelayanan penyembuhan menurut Kitab Suci. Kitab suci mencatat diantaranya:
  • Menjamah jubah Yesus. ( Mrk 5:25-34)
  • Memegang tangan. ( Mat 8:14-15)
  • Menjamah bagian tubuh yang sakit. (Mat 9:27-30)
  • Meludah ke bagian tubuh yang sakit. ( Mrk 8:22-26)
  • Melalui kata-kata. ( Mat 8:8,13; 1 Ptr 2:24; Mrk 2:11)
  • Memakai ludah dan tanah. ( Yoh 9:6)
  • Memakai minyak. ( Mrk 6:13; Yak 5:14)
  • Memakai saputangan atau kain. ( Kis 19:11-12)
  • Melalui bayang-bayang ( Kis 5:15-16)
Kesimpulan.
Cara pelaksanaan pelayanan penyembuhan yang bermacam-macam bahwa pelayanan tidak dibatasi hanya memakai satu metode atau satu pola saja. Dengan beragamnya pola maka kita tidak bergantung pada satu objek saja. Pelayanan kesembuhan harus sepenuhnya bergantung pada Tuhan dan dibimbing kepada Tuhan.

Senin, 23 Juli 2012

FITNAH VS KEBENARAN


By : Elson Sinurat
“Suatu ketika saya ketemu dengan seorang teman, dia menanyakan dimana saya kerja dan saya beritahukan bahwa saya kerja di Lautandhana. Saya terkejut pada saat dia mengatakan bahwa dia mendengar perkataan orang yang mengatakan bahwa di tempat saya bekerja ada nasabah yang hasil penjualan sahamnya di masukin ke rekening karyawan ditempat saya bekerja. Sepanjang sepengetahuan saya peraturan pasar modal sudah sangat ketat jangankan mengambil uang nasabah, mempermainkan saham nasabahpun tidak ada ruang lagi.”
            Dari kejadian diatas saya mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berarti, daripada menyelidiki siapa yang menyebarkan fitnah tersebut, lebih baik saya belajar tentang kebenaran mengenai FITNAH. Mungkin saja Tuhan mau membukakan rahasia kebenaran-Nya dari kejadian diatas sehingga kita perlu bersyukur dalam segala hal.
            Fitnah adalah mengatakan sesuatu kejadian yang tidak benar dengan kenyataannya, ada pepatah mengatakan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Saya belum menemukan alasan atau studi ilmu yang mengatakan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, tetapi yang jelas fitnah dan pembunuhan sama-sama dibenci oleh Tuhan.
            Ada beberapa tingkatan fitnah yang seringkali terjadi di kehidupan kita antara lain:
1.      Orang yang mendengar perkataan dari orang lain dan menyampaikan pernyataan yang tidak benar itu kepada orang lain
2.      Orang yang melihat kenyataan secara langsung akan tetapi memberitakan kepada orang lain yang tidak sesuai dengan kenyataannya
Dari dua tingkatan fitnah diatas lebih parah lagi apabila didalamnya ada maksud jahat/niat untuk mengambil keuntungan pribadi dari fitnah tersebut. Hal ini sungguh menyedihkan didalam kehidupan dewasa ini oleh karena itu kita harus mengetahui kebenaran bahwa fitnah itu tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Dibawah kita boleh belajar sebenarnya bagaimana firman Tuhan memandang tentang fitnah tersebut, saya bersyukur karena untuk mencari kebenaran dan solusi tentunya kita peroleh dari kitab suci yang kita miliki.

Fitnah [pedoman]
 Sesuatu yang dibenci Tuhan. Ams 6:16,19
 Dilarang. Kel 23:1; Ef 4:31; Yak 4:11

 Yang termasuk Fitnah :
 Bisik-bisikan. Rom 1:29; 2Kor 12:20
 Curiga. 1Tim 6:4
 Mencampuri urusan orang lain. Im 19:16; 1Tim 5:13
 Mengatakan yang jahat. Mazm 41:6; 109:20
 Mengadukan. Yer 20:10; 1Kor 4:13
 Mengucapkan kesaksian dusta. Kel 20:16; Ul 5:20; Luk 3:14
 Menghakimi dengan tidak mengasihi. Yak 4:11,12
 Menyebarkan kabar bohong. Kel 23:1
 Membangkit-bangkitkan perkara. Ams 17:9
 Menipu. Mazm 52:4
 Keluar dari hati yang jahat. Mat 15:19; Luk 6:45
 Sering kali keluar karena kebencian. Mazm 41:7,8; 109:3
 Kemalasan akan menyebabkan fitnah 1Tim 5:13
 Orang yang jahat akan selalu berbuat fitnah Mazm 50:20; Yer 6:28; 9:4
 Orang munafik selalu berbuat Ams 11:9
 Suatu sifat Iblis. Wahy 12:10
 Orang fasik mencintai fitnah Mazm 52:6
 Siapa yang suka - adalah orang bebal. Ams 10:18
 Orang yang suka - tidak dapat dipercaya. Yer 9:4
 Perempuan-perempuan diperingatkan terhadap fitnha Tit 2:3
 Isteri hamba Tuhan harus dapat menahan diri dari fitnah1Tim 3:11
 Kristus terkena fitnah Mazm 35:11; Mat 26:60
 Pemerintah terkena fitnah 2Pet 2:10; Yud 1:8
 Hamba-hamba Tuhan terkena fitnah Rom 3:8; 1Kor 6:8
 Sanak keluarga terkena fitnah Mazm 50:20
 Orang-orang kudus terkena fitnah Mazm 38:13; 109:3; 1Pet 4:4

Orang-orang kudus:
Harus menjaga lidahnya dari fitnah Mazm 34:14; 1Pet 3:10
Harus membuang fitnah Ef 4:31; 1Pet 2:1
Harus mengingatkan terhadap fitnah Tit 3:1,2
Harus tidak menyebabkan fitnah 1Pet 2:12; 3:16
Harus membalas - dengan perkataan yang ramah. 1Kor 4:13
Diberkati kalau tahan menderita fitnah Mat 5:11
Bersifat menghindari fitnah Mazm 15:1,3
Hendaknya jangan didengar. 1Sam 24:10

Akibat-akibat fitnah :
 Menceraikan sahabat. Ams 16:28; 17:9
 Pertengkaran. Ams 26:20
 Pertengkaran di antara saudara. Ams 6:19
 Pembunuhan. Mazm 31:14; Yeh 22:9
 Lidah - merupakan satu cemeti. Ayub 5:21
 Membinasakan. Ams 11:9
 Akhir - adalah kebebalan yang mencelakakan. Pengkh 10:13
 Manusia harus bertanggung jawab terhadap - yang dilakukannya. Mat 12:36; Yak 1:26
 Hukuman fitnah Ul 19:16-21; Mazm 101:5
 Dilukiskan. Ams 12:18; 25:18

Contoh-contoh fitnah :
Anak-anak Laban. Kej 31:1
Dua orang dursila. 1Raj 21:13
Gasymu. Neh 6:6
Haman. Est 3:8
Imam-imam. Mr 15:3
Musuh-musuh Daud. Mazm 31:14
Musuh-musuh orang Yahudi. Ezr 4:7-16
Musuh-musuh Paulus. Kis 17:7
Musuh-musuh Stefanus. Kis 6:11
Musuh Yeremia. Yer 38:4
Orang Yahudi. Mat 11:18,19
Pemuka-pemuka bani Amon. 2Sam 10:3
Saksi-saksi yang melawan Kristus. Mat 26:59-61
Tertulus. Kis 24:2,5
Ziba. 2Sam 16:3




Selasa, 17 Juli 2012

RancanganKu bukan rancanganmu, jalanmu bukan jalanKu

Maze adalah sebuah permainan dimana kita harus mencari jalan keluar dan jangan sampai terjebak di dalamnya. Maze memiliki banyak pintu dan banyak ruang pula. Setiap ruang terkoneksi oleh pintu-pintu tsb. Ada kalanya ketika kita mulai menyusuri ruang2 tsb, kita bisa kembali ke ruang dimana tadi kita memulai. Ada kalanya kita bertemu jalan buntu, sehingga mau tidak mau kita harus mundur ke belakang. Pandangan kita terhalang oleh dinding2 dan kita tidak tahu apa yang sedang menunggu kita di balik pintu.

Hidup kita seperti halnya permainan tsb. Kita masuk ke setiap keadaan dimana terdapat banyak pilihan. Terkadang pilihan kita tepat, tapi tak jarang pula kita membuat pilihan yang salah. Kadang kita maju selangkah, tapi ada saatnya pula kita mundur dua langkah. Terkadang kita seperti terjebak dalam sebuah keadaan yang sepertinya diam di tempat dan itu membuat kita frustasi. Semuanya serba tidak jelas dan tidak pasti.

Kembali kepada permainan maze di atas. Kita sering menemukan permainan ini dalam majalah2 atau tabloid2. Kita sanggup menyelesaikan permainan itu dengan gampang. Kenapa? Karena kita melihat dari sisi atas. Kita melihat permainan itu secara keseluruhan. Setelah melewati pintu yang ini, kita tahu harus memilih pintu yang mana lagi. Kita tahu isi setiap ruangan. Kita tahu jalannya dari pintu masuk sampai pada pintu keluar.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9)

Tuhan melihat jalan kita dari atas. Dia melihat dengan sangat jelas sekali. Dia yang lebih tau jalan mana yang harus kita tempuh. Dia menjamin kepastian dalam hidup kita. Bahkan sebelum kita masuk ke ruangan yang pertama, Dia sudah menguasai medan kehidupan kita terlebih dahulu. Dan sesungguhnya Dia ingin kita mendengarkanNya, mengikuti rencanaNya, berjalan di atas kehendakNya. Semua itu agar kita dapat sampai pada pintu keluar dengan kemenangan. Agar kita tidak kalah dengan waktu yang terbatas yang kita punyai untuk menyelesaikan perjalanan tsb.

Bangsa Israel adalah contoh nyata dari pembangkangan atas pimpinan Tuhan. Karena tidak mau menurut pada jalan dan rencana Tuhan, perjalanan mereka dari Mesir ke tanah Kanaan pun harus ditempuh selama 40 tahun. Padahal sebenarnya perjalanan tsb bisa ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat.

Jadi jikalau kita tahu ada yang lebih tahu daripada pengetahuan kita yang dangkal itu, marilah kita menurut pada Sang Maha Tahu itu dan berjalan dalam rancanganNya, agar tanah perjanjian yang telah dijanjikan itu dapat segera kita masuki.

Minggu, 01 Juli 2012

SOLA SCRIPTURA Seorang tokoh reformator gereja abad ke-16, Martin Luther, membuat sebuah gebrakan yang menggemparkan dunia Katolik Roma. Tanggal 31 Oktober 1517, ia menempelkan 95 thesisnya di pintu gereja Wittenberg, Jerman.

Tindakan Luther ini dilatarbelakangi karena adanya surat Indulgensia pada masa kekuasaan Paus Leo X dalam rangka pembangunan gedung Rasul Petrus di Roma dan pelunasan hutang Uskup Agung Albrech dari Mainz. Dengan membeli surat penghapusan dosa itu (surat indulgensia), maka dosa manusia dihapuskan. Dikatakan bahwa saat uang berdering di peti, jiwa akan melompat dari api penyucian ke surga.

Thesis Luther yang ke-27
“They preach only human doctrines who say that as soon as the money clinks into the money chest, the soul flies out of purgatory.”

Bagi Luther, ini adalah suatu penyimpangan dari Kitab Suci / firman Tuhan. Karena itu, ia menentang keras penggunaan surat tersebut. Dia mengatakan bahwa orang yang percaya pada surat pengampunan dosa untuk keselamatannya, justru akan dihukum secara kekal!  


Thesis yang ke-32
“Those who believe that they can be certain of their salvation because they have indulgence letters will be eternally damned, together with their teachers.”

Tanggal dimana Luther memaku 95 dalilnya, kemudian terus diperingati sebagai Hari Reformasi. Salah satu semboyan dari Reformasi ialah Sola Scriptura, yang berarti
hanya Kitab Suci. Martin Luther begitu sangat menekankan Kitab Suci sebagai satu-satunya dasar ajaran / iman, sekalipun dia harus diperhadapkan dengan otoritas Paus yang mengutuknya. Luther bahkan membakar surat resmi berupa anjuran Paus agar dia mencabut semua pandangannya itu!

Seberapa pentingkah Kitab Suci / Alkitab bagi kekristenan? Mengapa orang Kristen seharusnya berpegang / mendasari imannya hanya pada Alkitab saja? Bisakah orang Kristen menggunakan kitab-kitab agama lain untuk menunjukkan kebenaran Alkitab?

KEHARUSAN ALKITAB

2 Timotius 3:16
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Ada dua hal yang ditekankan dalam ayat ini.


1) Alkitab adalah firman Allah


2Tim 3:16 terjemahan baru LAI berbunyi:
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah...” Ini sebetulnya salah terjemahan karena dalam bahasa aslinya (Yunani), kata ‘yang’ itu tidak ada! (C. Ryrie, Teologi dasar 1, hal. 97).

Bandingkan dengan versi NASB.


NASB: ‘All Scripture is inspired by God’ (= seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah).


Paulus menegaskan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah!

Tulisan-tulisan mana yang dimaksudkan Paulus? Seluruh Alkitab! Mungkin ada yang berkeberatan dan memprotes bahwa Paulus tidak memaksudkan pada seluruh kitab dalam PB, tetapi hanya kitab-kitab PL dan sebagian PB. Keberatan ini memang masuk akal, karena bukankah saat Paulus menulis 2 Timotius, belum semua kitab-kitab PB (seperti Ibrani, Yudas, dsb) itu ditulis? Ryrie menjawab: “Meskipun benar bahwa belum semua dari PB dituliskan ketika Paulus menulis 2 Tim. 3:16 (yaitu 2 Petrus, Ibrani dan Yudas serta tulisan Yohanes belum ditulis), namun karena kitab-kitab itu akhirnya diakui sebagai bagian dari kanon Alkitab, kita boleh menyimpulkan bahwa 2 Tim. 3:16 meliputi semua ke 66 kitab sebagaimana kita mengenalnya sekarang. Tidak satu kitab pun atau sebagiannya yang dikecualikan. Segenap Alkitab diilhamkan Allah.” (Teologi dasar 1, hal. 97).

Disamping itu, kata ‘tulisan’ / ‘Kitab Suci’ (Yunani = graphe) dalam ayat tersebut, digunakan sebanyak 50 kali dalam sepanjang PB, dan selalu menunjuk pada tulisan-tulisan dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
“Dengan tidak menyertakan artikel, kata γραφή  (grafe) selalu digunakan untuk bagian atau kitab dari Alkitab. Dengan demikian menjadi jelas bahwa tidak satupun bagian atau kitab dalam Perjanjian Lama dan Baru yang tidak diilhamkan Allah.” (Dr. Arnold Tindas, Inerrancy Ketaksalahan Alkitab, HITS. hal 184).

Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan / diinspirasikan oleh Allah. Apa maksudnya?


Ungkapan ‘diilhamkan’ berasal dari kata Yunani THEOPNEUSTOS,
“yang secara harafiah berarti ‘dinafaskan Allah’… Paulus menggunakan istilah ‘dinafaskan Allah’ untuk menyatakan bahwa setiap bagian atau kitab dari Alkitab adalah produksi Allah. Pengilhaman yang dimaksudkan di sini adalah pengilhaman kata demi kata secara menyeluruh (plenary verbal inspiration), sebab setiap bagian atau Alkitab secara keseluruhan adalah ‘dinafaskan Allah.’” (Tindas, Inerrancy Ketaksalahan Alkitab, HITS. hal 186,187).

B B. Warfield memberi definisinya:


“... inspirasi biasanya didefinisikan sebagai suatu pengaruh supranatural dari Roh Allah yang menggerakkan para penulis kitab Suci, sehingga tulisan mereka dinyatakan memiliki kepatutan dipercaya yang bersifat ilahi.”
(The Inspiration and Authority of the Bible, hal. 131).

Bandingkan dengan 2 Ptr. 1:21
“sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

Jadi, ‘Inspirasi’ berbicara tentang tindakan Allah yang menguasai / memimpin para penulis Alkitab sedemikian rupa sehingga meskipun ditulis oleh para penulis manusiawi (sesuai dengan gaya / kepribadiannya), namun itu dicatat dengan akurat dan tanpa salah pada naskah aslinya (autograph). Karena setiap bagian dari Alkitab adalah produksi Allah, ini jelas menunjukkan bahwa Alkitab adalah firman Allah!


2)  Akitab adalah Kitab Suci yang bermanfaat.


Ini adalah tujuan dari inspirasi / pengilhaman oleh Allah. Alkitab yang adalah firman Allah, tentu dapat memberi manfaat bagi manusia. Ada empat hal yang ditekankan disini:


Mengajar.
Alkitab memuat begitu banyak ajaran-ajaran / doktrin Kristen. Seperti ajaran tentang keilahian Yesus, Allah Tritunggal, keselamatan, kekudusan, dsb. Dengan mempelajarinya, kita dapat memahami setiap ajarannya. Alkitab adalah satu-satunya sumber pengajaran yang benar.

Menyatakan kesalahan.
Konteks menunjukkan bahwa Alkitab bukan hanya dapat menyatakan / membuktikan setiap dosa manusia, tetapi juga menyatakan kesalahan pandangan / pengajaran. Dulu saya pernah punya pandangan bahwa saat Yesus bangkit dan naik ke surga, saat itu kemanusiaannya sudah tidak ada lagi. Dia kembali menjadi Allah 100% tanpa kemanusiaan. Saat mempelajari Alkitab, kesalahan saya kemudian dinyatakan.

Memperbaiki kelakuan.
Hidup kita akan semakin bertumbuh / meningkat dalam kebenaran.

Mendidik orang dalam kebenaran.
Setelah kesalahan dinyatakan dan diperbaiki, selanjutnya Alkitab berguna untuk membina / melatih manusia di jalan kebenaran.

Semua ini adalah manfaat yang dapat ditemukan dalam Alkitab. Setelah menyatakan keempat hal ini, Paulus kemudian meneruskan:
“Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timothy 3:17) 

Yesus sendiri mendeklarasikan bahwa hanya wahyu Allah yang adalah kebenaran. Saat Dia berdoa untuk para murid-Nya, Dia berkata:
“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Yoh 17:17 (Bdk. Mzm 119:142).

Tindas menyimpulkan sebagai berikut:
“Dari segi status, Alkitab itu mempunyai otoritas penting dan tertinggi karena produksi Allah. Sedangkan dari segi makna, Alkitab itu menjadi tolok ukur kebenaran yang tak ada bandingannya.” (Inerrancy Ketaksalahan Alkitab, HITS. hal 191).

Dua point yang ditekankan dalam 2 Tim 3:16 menunjukkan bahwa hanya Alkitab yang adalah Firman Tuhan dan menjadi standar kebenaran yang mutlak! Dengan demikian, orang Kristen seharusnya hanya menggunakan Alkitab saja, baik dalam proses belajar-mengajar, maupun dalam menjalani kehidupan.